Bayern Munchen, Klub Sepak Bola Asal Jerman yang Berhati Dermawan

Jerman tidak hanya dikenal dengan sistem pendidikannya yang modern serta teknologi mutakhir yang digunakan dalam setiap kehidupan sehari-harinya. Namun lebih dari itu, negara di bagian eropa yang dikenal dengan sebutan “Negeri Nazi” ini juga mencetak segudang prestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Dan salah satu tim sepak bola yang sudah tersohor namanya yakni Bayern Munchen.

Bayern Munchen merupakan klub sepak bola yang berpusat di kota Bavaria, Jerman. Di dirikan pada tahun 1900, Bayern Munchen menjadi klub professional yang sudah berlaga di berbagai pertandingan bertaraf internasional, seperti pertandingan Super UEFA. Pada tahun 1970, untuk pertama kalinya Jerman mencetak sejarah menjadi juara dan berhasil memboyong tropi sebanyak tiga buah.

Ciri Khas Kostum Bayern Munchen

Membicarakan tentang sepak bola, tidak lengkap rasanya jika melewatkan satu pembahasan menarik ini, yaitu kostum. Iya, kostum menjadi salah satu identitas dari sebuah klub sepak bola. Mulai dari pemilihan warna, bentuk, corak hingga desain yang diterapkan, sebuah kostum harus disesuaikan dengan filosofi dari klub sepak bola itu sendiri, sehingga mempunyai ciri khas yang mampu.

Untuk penggunaan kostum pada klub Bayern Munchen ini, terdapat tiga kostum utama yang digunakan selama pertandingan berlangsung. Diantaranya adalah kostum kandang, tandang dan ketiga. Masing-masing kostum tersebut mempunyai ciri khas serta warna yang mewakili para pemain Bayern Munchen selama berlaga di tanah lapang, sehingga klub dengan julukan Mia San Mia ini mudah dikenali oleh fansnya.

  1. Kostum Kandang

Pada kostum kandang, dominasi warna merah dan biru dongker menyelimuti kostum Bayern Munchen yang satu ini. Penggunaan waran merah diterapkan pada baju dan kaos kaki pemain, sedangkan warna biru dongker diterapkan pada celana. Perpaduan warna merah dan biru sangat serasi dan memberikan tampilan menarik untuk setiap pemain Bayern munchen.

  • Kostum Tandang

Kostum tandang Bayern Munchen menghilangkan warna merah menjadi mint yang manis. Perpaduan warna mint dan biru dongker cukup mendominasi kostum ini. Penerapan warna mint menggantikan posisi warna merah di baju dan kaos kaki, sedangkan warna celana tetap mempertahankan biru dongker.

  • Kostum Ketiga

Kostum ketiga klub Bayern Munchen sama sekali tidak mengandung unsur warna merah, biru dongker ataupun mint. Mulai dari baju, celana, hingga kaos kaki, jenis kostum ini menggunakan satu warna yang serupa, yaitu ungu lavender.

Kegiatan Amal Bayern Munchen

Meskipun kiprah Bayern Munchen di persepakbola internasional sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Namun hal tersebut tidak membuat klub ini lupa daratan dan mementingkan karier data sgp saja. Salah satu hal yang patut di contoh dari Bayern Munchen adalah kemurahan hatinya dalam menyumbangkan sebagian dana pribadi yang dimiliki, untuk aksi amal dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

Meskipun Bayern Munchen bukanlah satu-satunya klub yang melakukan kegiatan sosial seperti ini. Namun perlu di ingat bahwa kepekaan klub ini menyadarkan banyak pihak bahwa membantu sesama adalah hal mulia yang wajib dilakukan. Salah satu kegiatan yang cukup populer diberitakan adalah Bayern Munchen memberikan donasi kepada korban Tsunami di Aceh, Indonesia dan pembangunan infrastruktur di Srilanka.

  1. Donasi Tsunami Indonesia

Pada tanggal 26 Desember 2004, Indonesia dilanda duka yang begitu dalam. Hal ini dikarenakan salah satu kota yang berada di ujung bumi ibu pertiwi, yaitu Aceh dilanda musibah besar berupa Tsunami dan menelan korban jiwa hingga ribuan orang. Kesedihan yang melanda Indonesia tersebut terdengar oleh klub Bayern Munchen, dan mereka membentuk yayasan bernama Hive Ev.

  • Pembangunan di Srilanka

Srilanka merupakan sebuah negara yang berbatasan dengan India, dan tidak dapat dipungkiri, bahwa negara berkembang ini sangat terhambat dalam proses pembangunan infrastrukturnya. Sehingga masyarakat Srilanka sendiri tidak dapat menikmati fasilitas negara dengan baik. Oleh karena itu, klub Bayern Munchen berinisiatif untuk membangun sarana dan prasarana yang lebih baik untuk Srilanka.

  • Penolong Klub Bola

Semakin banyaknya klub bola yang bermunculan, menjadikan rival sebuah tim sepak bola semakin sengit dan bertambah. Namun hal tersebut sepertinya dikecualikan oleh Bayern Munchen. Banyak sekali klub bola di eropa yang mengalami krisis keuangan dan terancam gulung tikar. Dengan dermawannya, Bayern Muncern rela mengeluarkan dana untuk memberikan pinjaman kepada klub-klub yang membutuhkan.

Setelah anda mengenal lebih dekat dengan Bayern Munchen, tidak hanya prestasi gemilangnya saja yang patut dibanggakan. Namun kedermawanan serta kemurahan hati dari klub asal Jerman ini membuat siapapun kagum dan semakin mencintai klub sepak bola yang satu ini. Oleh karena itu, tidak heran jika para penggemar Bayern Munchen sangat totalitas dalam memberikan dukungan terus menerus.

Diwarnai Aksi Protes Suporter, Pertandingan Persebaya Surabaya vs Madura United Berakhir Imbang

Gelaran piala Indonesia baru saja dimulai kembali setelah mengalami libur dalam waktu yang cukup lama. Pertandingan pertama piala bola88 Indonesia yang digelar pasca libur panjang lebaran adalah antara Persebaya Surabaya menjamu tim bertabur bintang Madura united. Laga yang bertajuk babak perempat final tersebut diprediksi bakal berjalan panas dan sengit mengingat kedua klub berasal dari Jawa Timur.

Tekanan besar berada pada pundak coach Djajang Nurjaman selaku pelatih kepala dari Persebaya Surabaya. Hal itu tak lain karena rentetan hasil minor yang dialami oleh Persebaya baik di laga kandang maupun ketika laga kandang pada gelaran liga 1. Desakan Djajang Nurjaman untuk mundur sebagai pelatih sempat terdengar cukup keras di kalangan pendukung klub yang memiliki julukan bajul ijo ini.

Jalannya Pertandingan

Memulai pertandingan leg pertama di stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya berhasrat memutus rentetan hasil buruk pada laga-laga sebelumnya. Menampilkan skuat terbaiknya, pada awal laga Persebaya justru tampil melempem dan mendapat tekanan besar dari Madura united. Mengandalkan trio Andik Vermansyah, Alexander Rakic, dan Greg Nwokolo, Madura united terus membombardir pertahanan Persebaya.

Setelah berkali-kali digempur oleh Madura united, akhirnya gawang Persebaya Surabaya bobol juga. Alexander Rakic menjadi tokoh yang membuat kiper Persebaya harus memungut bola dari gawangnya setelah berhasil mengelabuhi kiper dan menceploskan bola ke gawang. Gol dari top skor Liga 1 musim lalu tersebut membuat suasana stadion Gelora Bung Tomo yang bergemuruh menjadi hening.

Pada babak kedua, Persebaya berusaha untuk menyamakan skor. Masuk sebagai pemain pengganti di menit 54, Osvaldo Haay berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Bermula dari situasi bola mati, kesalahan antisipasi pemain belakang Madura United berhasil dihukum oleh Osvaldo Haay dengan menceploskan bola ke gawang Madura United. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Tidak Pernah Menang di Kandang

Hasil 1-1 melawan Madura united di Stadion Gelora Bung Tomo merupakan hasil imbang kesekian kalinya yang didapat Persebaya saat melakoni laga kandang. Hasil tersebut tentu bukan hasil yang bagus memuaskan terlebih lagi untuk tim besar seperti Persebaya Surabaya. Dengan hasil tersebut, Persebaya Surabaya telah melakoni 6 laga tanpa pernah meraih satu kemenangan di semua kompetisi.

Coach Djajang Nurjaman atau yang biasa dipanggil Djanur mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mengejar ketertinggalan. Meski begitu, coach Djanur mengatakan bahwa terdapat hal yang harus diperbaiki terutama mental pemain untuk meraih kemenangan. Selain itu, coach Djanur masih optimis dan berusaha untuk dapat meraih kemenangan pada leg kedua yang akan digelar di kandang Madura United.

Desakan Untuk Mundur

Meskipun mendapat tekanan dari suporter, coach Djajang Nurjaman menolak untuk melepas kursi kepelatihannya. 4 Hasil imbang dan 2 kekalahan membuat gerah suporter Persebaya Surabaya. Para bonek menginginkan perubahan terjadi pada tim kesayangan mereka terutama mengenai kursi pelatih yang dinilai tidak mampu mengembalikan kejayaan klub asal Surabaya tersebut.

Djajang Nurjaman mengaku tetap akan bertanggung jawab soal hasil buruk yang dialami oleh Persebaya Surabaya. Disinggung soal desakan mundur dari kalangan suporter, coach Djajang mengatakan hanya akan mundur jika yang meminta dari pihak manajemen Persebaya. Selama pihak manajemen belum menyatakan hal tersebut, dirinya akan terus maju dan akan berupaya membenahi Persebaya Surabaya.

Insiden Pada Akhir Laga

Pada laga Persebaya vs Madura united sempat terhenti lantaran ada oknum suporter Persebaya Surabaya yang masuk ke dalam lapangan. Selain itu para suporter yang berada di tribun stadion juga ada yang menyalakan flare dan kembang api. Suasana yang tidak kondusif dan tebalnya asap yang disebabkan oleh flare membuat wasit terpaksa menghentikan laga yang tinggal menyisakan 1,5 menit saja.

Aksi suporter Persebaya yang masuk ke dalam lapangan ternyata sempat membuat para pemain dan staff pelatih Persebaya Surabaya terbawa emosi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah asisten pelatih Persebaya yaitu Bejo Sugiantoro. Terlihat dalam kamera Bejo Sugiantoro yang juga merupakan legenda Persebaya tersebut beradu mulut dengan suporter Persebaya yang masuk ke lapangan pertandingan.

Bejo Sugiantoro terlihat kesal dengan aksi suporter tersebut dan berupaya mendatangi oknum suporter yang masuk ke lapangan. Beruntungnya aksi Bejo tersebut dapat diredam oleh anaknya sendiri yang juga pemain Persebaya yaitu Rahmat Irianto. Dengan sigap sang anak berusaha untuk meredam amarah ayahnya dan menarik Bejo mundur dan kemudian masuk ke dalam stadion Gelora Bung Tomo.

Kondisi dan situasi lapangan yang tidak kondusif memaksa wasit untuk berunding dengan aparatur pertandingan. Setelah memakan waktu diskusi yang cukup lama, akhirnya wasit memutuskan untuk mengakhiri laga dan meniup peluit panjang pertandingan. Kericuhan yang terjadi pada pertandingan tersebut membuat Persebaya harus bersiap menghadapi sanksi dari komisi disiplin PSSI.

Bersiap Menatap Leg ke 2

Hasil imbang 1-1 tidak lantas membuat asa Persebaya pupus untuk dapat melaju ke babak semifinal piala Indonesia. Masih ada leg kedua yang akan digelar di kandang Madura united. Bukan hal yang tidak mungkin untuk Persebaya dapat meraih kemenangan di kandang Madura united karena Persebaya pernah melakukan hal tersebut pada turnamen pra musim kemarin. Coach Djajang Nurjaman tentu akan melakukan evaluasi terkait dengan performa anak asuhnya yang tak kunjung memperoleh hasil maksimal. Namun sebelum bertarung pada leg ke 2 piala Indonesia, terlebih dahulu coach Djajang Nurjaman dan anak asuhnya akan menjalani liga 1 yang telah kembali bergulir setelah libur hari raya idul fitri dan juga lebaran.