Diwarnai Aksi Protes Suporter, Pertandingan Persebaya Surabaya vs Madura United Berakhir Imbang

Gelaran piala Indonesia baru saja dimulai kembali setelah mengalami libur dalam waktu yang cukup lama. Pertandingan pertama piala bola88 Indonesia yang digelar pasca libur panjang lebaran adalah antara Persebaya Surabaya menjamu tim bertabur bintang Madura united. Laga yang bertajuk babak perempat final tersebut diprediksi bakal berjalan panas dan sengit mengingat kedua klub berasal dari Jawa Timur.

Tekanan besar berada pada pundak coach Djajang Nurjaman selaku pelatih kepala dari Persebaya Surabaya. Hal itu tak lain karena rentetan hasil minor yang dialami oleh Persebaya baik di laga kandang maupun ketika laga kandang pada gelaran liga 1. Desakan Djajang Nurjaman untuk mundur sebagai pelatih sempat terdengar cukup keras di kalangan pendukung klub yang memiliki julukan bajul ijo ini.

Jalannya Pertandingan

Memulai pertandingan leg pertama di stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya berhasrat memutus rentetan hasil buruk pada laga-laga sebelumnya. Menampilkan skuat terbaiknya, pada awal laga Persebaya justru tampil melempem dan mendapat tekanan besar dari Madura united. Mengandalkan trio Andik Vermansyah, Alexander Rakic, dan Greg Nwokolo, Madura united terus membombardir pertahanan Persebaya.

Setelah berkali-kali digempur oleh Madura united, akhirnya gawang Persebaya Surabaya bobol juga. Alexander Rakic menjadi tokoh yang membuat kiper Persebaya harus memungut bola dari gawangnya setelah berhasil mengelabuhi kiper dan menceploskan bola ke gawang. Gol dari top skor Liga 1 musim lalu tersebut membuat suasana stadion Gelora Bung Tomo yang bergemuruh menjadi hening.

Pada babak kedua, Persebaya berusaha untuk menyamakan skor. Masuk sebagai pemain pengganti di menit 54, Osvaldo Haay berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Bermula dari situasi bola mati, kesalahan antisipasi pemain belakang Madura United berhasil dihukum oleh Osvaldo Haay dengan menceploskan bola ke gawang Madura United. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Tidak Pernah Menang di Kandang

Hasil 1-1 melawan Madura united di Stadion Gelora Bung Tomo merupakan hasil imbang kesekian kalinya yang didapat Persebaya saat melakoni laga kandang. Hasil tersebut tentu bukan hasil yang bagus memuaskan terlebih lagi untuk tim besar seperti Persebaya Surabaya. Dengan hasil tersebut, Persebaya Surabaya telah melakoni 6 laga tanpa pernah meraih satu kemenangan di semua kompetisi.

Coach Djajang Nurjaman atau yang biasa dipanggil Djanur mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu mengejar ketertinggalan. Meski begitu, coach Djanur mengatakan bahwa terdapat hal yang harus diperbaiki terutama mental pemain untuk meraih kemenangan. Selain itu, coach Djanur masih optimis dan berusaha untuk dapat meraih kemenangan pada leg kedua yang akan digelar di kandang Madura United.

Desakan Untuk Mundur

Meskipun mendapat tekanan dari suporter, coach Djajang Nurjaman menolak untuk melepas kursi kepelatihannya. 4 Hasil imbang dan 2 kekalahan membuat gerah suporter Persebaya Surabaya. Para bonek menginginkan perubahan terjadi pada tim kesayangan mereka terutama mengenai kursi pelatih yang dinilai tidak mampu mengembalikan kejayaan klub asal Surabaya tersebut.

Djajang Nurjaman mengaku tetap akan bertanggung jawab soal hasil buruk yang dialami oleh Persebaya Surabaya. Disinggung soal desakan mundur dari kalangan suporter, coach Djajang mengatakan hanya akan mundur jika yang meminta dari pihak manajemen Persebaya. Selama pihak manajemen belum menyatakan hal tersebut, dirinya akan terus maju dan akan berupaya membenahi Persebaya Surabaya.

Insiden Pada Akhir Laga

Pada laga Persebaya vs Madura united sempat terhenti lantaran ada oknum suporter Persebaya Surabaya yang masuk ke dalam lapangan. Selain itu para suporter yang berada di tribun stadion juga ada yang menyalakan flare dan kembang api. Suasana yang tidak kondusif dan tebalnya asap yang disebabkan oleh flare membuat wasit terpaksa menghentikan laga yang tinggal menyisakan 1,5 menit saja.

Aksi suporter Persebaya yang masuk ke dalam lapangan ternyata sempat membuat para pemain dan staff pelatih Persebaya Surabaya terbawa emosi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah asisten pelatih Persebaya yaitu Bejo Sugiantoro. Terlihat dalam kamera Bejo Sugiantoro yang juga merupakan legenda Persebaya tersebut beradu mulut dengan suporter Persebaya yang masuk ke lapangan pertandingan.

Bejo Sugiantoro terlihat kesal dengan aksi suporter tersebut dan berupaya mendatangi oknum suporter yang masuk ke lapangan. Beruntungnya aksi Bejo tersebut dapat diredam oleh anaknya sendiri yang juga pemain Persebaya yaitu Rahmat Irianto. Dengan sigap sang anak berusaha untuk meredam amarah ayahnya dan menarik Bejo mundur dan kemudian masuk ke dalam stadion Gelora Bung Tomo.

Kondisi dan situasi lapangan yang tidak kondusif memaksa wasit untuk berunding dengan aparatur pertandingan. Setelah memakan waktu diskusi yang cukup lama, akhirnya wasit memutuskan untuk mengakhiri laga dan meniup peluit panjang pertandingan. Kericuhan yang terjadi pada pertandingan tersebut membuat Persebaya harus bersiap menghadapi sanksi dari komisi disiplin PSSI.

Bersiap Menatap Leg ke 2

Hasil imbang 1-1 tidak lantas membuat asa Persebaya pupus untuk dapat melaju ke babak semifinal piala Indonesia. Masih ada leg kedua yang akan digelar di kandang Madura united. Bukan hal yang tidak mungkin untuk Persebaya dapat meraih kemenangan di kandang Madura united karena Persebaya pernah melakukan hal tersebut pada turnamen pra musim kemarin. Coach Djajang Nurjaman tentu akan melakukan evaluasi terkait dengan performa anak asuhnya yang tak kunjung memperoleh hasil maksimal. Namun sebelum bertarung pada leg ke 2 piala Indonesia, terlebih dahulu coach Djajang Nurjaman dan anak asuhnya akan menjalani liga 1 yang telah kembali bergulir setelah libur hari raya idul fitri dan juga lebaran.